Lembaga Pengembangan Mutu IUQI

Universitas Islam Bogor (UIB) Lakukan Benchmarking Penjaminan Mutu ke UNIDA Gontor untuk Perkuat Budaya Mutu dan Tata Kelola Perguruan Tinggi

Ponorogo, 3 Juni 2026 — Dalam upaya memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi, Universitas Islam Bogor (UIB) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor pada Rabu, 3 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di kampus UNIDA Gontor ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi dalam berbagi pengalaman, praktik baik, serta strategi pengembangan mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan.

Rombongan UIB yang terdiri dari unsur pimpinan universitas, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), serta sejumlah pejabat struktural disambut langsung oleh jajaran pimpinan dan Badan Penjaminan Mutu UNIDA Gontor. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi, dengan fokus utama pada penguatan sistem penjaminan mutu yang mampu mendukung pencapaian visi dan misi perguruan tinggi.

Rektor Universitas Islam Bogor (UIB) dalam sambutannya menyampaikan bahwa penjaminan mutu merupakan salah satu aspek fundamental dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Menurutnya, perguruan tinggi dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.

“Penjaminan mutu merupakan fondasi penting dalam pengembangan perguruan tinggi. Melalui benchmarking ini, kami memperoleh wawasan dan pengalaman yang dapat menjadi referensi dalam penguatan tata kelola serta peningkatan kualitas akademik di UIB,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor UIB menjelaskan bahwa kegiatan benchmarking bukan sekadar kunjungan kelembagaan, melainkan sarana strategis untuk mempelajari praktik-praktik terbaik yang telah berhasil diterapkan oleh institusi lain. Dengan demikian, hasil yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi dalam pengembangan sistem penjaminan mutu di lingkungan UIB.

Kepala Badan Penjaminan Mutu UNIDA Gontor menekankan bahwa keberhasilan sistem penjaminan mutu tidak hanya ditentukan oleh keberadaan dokumen atau standar yang ditetapkan, tetapi juga oleh komitmen seluruh elemen perguruan tinggi dalam menjalankan dan mengembangkan budaya mutu secara konsisten.

“Mutu tidak hanya berbicara tentang pemenuhan standar, tetapi juga komitmen seluruh sivitas akademika untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Beliau menambahkan bahwa budaya mutu harus menjadi bagian yang melekat dalam setiap aktivitas akademik maupun administratif. Dengan demikian, setiap individu di lingkungan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga dan meningkatkan kualitas institusi.

Sesi diskusi menjadi salah satu agenda yang paling menarik dalam kegiatan benchmarking tersebut. Tim Lembaga Penjaminan Mutu UIB berkesempatan untuk menggali lebih dalam berbagai strategi yang diterapkan UNIDA Gontor dalam menghadapi tantangan pengelolaan mutu, termasuk penguatan akreditasi, peningkatan kinerja program studi, pengelolaan data mutu, serta integrasi sistem penjaminan mutu dengan perencanaan strategis universitas.

Perwakilan Lembaga Penjaminan Mutu UIB menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking memberikan banyak manfaat, terutama dalam memperluas perspektif mengenai implementasi penjaminan mutu yang efektif dan berorientasi pada peningkatan kualitas berkelanjutan.

“Forum seperti ini memberikan ruang untuk saling belajar, berbagi praktik baik, serta membangun sinergi dalam mewujudkan perguruan tinggi yang unggul dan berkualitas,” ungkapnya.

Menurutnya, tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks menuntut perguruan tinggi untuk terus berinovasi dalam mengembangkan sistem mutu yang adaptif dan responsif terhadap perubahan. Oleh karena itu, kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan mempercepat pencapaian standar mutu yang lebih tinggi.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, penyerahan cenderamata, serta komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi dan kolaborasi dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi. Dengan semangat berbagi dan saling belajar, benchmarking ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas kedua perguruan tinggi serta mendukung terwujudnya pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan di Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top